Ada sesuatu yang berbeda dan patut dibanggakan di dunia musik negeri kita tercita ini,,…..,, yah, betul friends.. salah satu-nya itu, tapi ada lagi satu ciri khas ras bangsa kita yaitu melayu, musik melayu, atau lebih tepatnya Dangdut.
“Munif Bahasuan yang dianggap pelopor musik dan maestro dangdut tanah air, mengaku tidak tahu darimana istilah itu berasal. Sebab, ungkapnya, pada 1940-an sudah banyak musik yang lahir berbau dangdut, tetapi belum dinamakan musik dangdut., Munif menyebut lagu Kudaku Lari, yang dilantunkan A Harris pada 1953, sebagai satu di antara lagu pelopor irama yang kelak disebut dangdut ini. Alasannya, lagu itu telah memberanikan diri memasukkan suara gendang ala India pada orkes yang semula hanya memakai gitar, harmonium, bas dan mandolin.” by : ikrardangdut.
hingga sekarang dangdut sudah menjelma menjadi raksasa musik di tanah air, yang melahirkan varian2 dangdut yang beraneka ragam. seperti, dangdut koplo, dangdut rock, disco dangdut, dangdut tarling, dll. pokoke dangdut lha..
sayangnya kebanyakan dari kita justru meremehkan musik yang satu ini, padahal kalau mau, tahu teknik penguasaan musik ini jauh lebih menantang dari pada musik2 lain seperti metal, pop, dll. Perpaduan birama, intonasi, dan cengkok saja sudah setengah mati penguasaannya. beneran, sumpah.
tadinya musik ini hanyalah disukai segelintir orang lho.. tapi
Di era 70an, Dangdut seakan menemukan kostumnya yang lebih rapi. Inilah masa peralihan dari musik orkes melayu modern ke musik Dangdut. Dan tak dapat disangkal, kehadiran Rhoma Irama dengan Sonetanya menjadi sebuah momentum yang akbar. Masuknya sound rock (tepatnya sound milik Ritchie Blackmore, gitaris Deep Purple), terutama dengan distorsi pada gitar membuat Dangdut menjadi fenomenal.

Tak hanya itu, Rhoma Irama juga membawa pembaruan dalam showmanship. Kostumnya tak lagi ala teluk belanga dengan kopiah hitam, tapi berganti dengan celana ketat, kaus dengan belahan dada yang lebar, dan sepatu boots. Ingat saja menampilan Rhoma Irama ketika duet dengan Rita Sugiarto dalam klip lagu andalannya, Santai.

Karena memasuki kamar rock, maka ketika itu orang-orang rock pun merasa agak risih. Perihal Dangdut masih dianggap sebagai musik kaum marginal, yang masih dipandang sebelah mata oleh orang rock, itu dinyatakan secara frontal oleh Benny Soebardja. Gitaris Giant Step ini berkomentar bahwa musik Dangdut iyu taik kucing. Tak alang kepalang, masalah ini menjadi konflik yang panas di dua kubu musik ini. Beberapa diskusi kecilpun dibahas. Melihat dari sisi positifnya, karena hal itu pula Dangdut makin dilirik oleh masyarakat banyak. Rhoma tampil dengan arif dalam menghadapi masalah ini, dampaknya, nama Rhoma makin melambung.

Iklan