yah, karena tulisan ini dibuat pada waktu yang sudah cukup larut malam. jadi judulnya agak asal… <maaf bu lel> tapi memang inilah hal yang terbenak dalam pikiran saya. negara jepang, selalu saya idam-idamkan untuk dapat stay, mengenal dan belajar barang dua jam saja disana. Jepang memiliki sejarah peradaban yang menarik untuk disimak, mungkin karena saya sendiri juga terlanjur nge-fans sama hasil-hasil karya orang-orang jepang, seperti komik manga, origami, style harajuku, lagu2nya, kreatifitas acara di tv-nya, terutama sama kaum2 hawanya  😀 <hehehe… what! am a normal person you know>.

Yang jelas dimata saya jepang itu belum ada celah jadi negara terpuruk deh. coba biar saya sebutin sedikit yg saya tahu apa ajah siy prestasinya bangsa jepang itu:

  • mampu bangkit dari kekalahan perang
  • menjadi raksasa industri dunia
  • dapat sejajar degan negara2 besar penguasa sepak bola
  • kreatifitas yang ga ada matinya (tv-champion, benteng takeshi, harajuku, manga,dll)
  • penghargaan terhadap alam dan lingkungan yang tinggi
  • pusat pengembangan teknologi dunia (android, fifth generation computer, dll)

yah, mungkin itu semua yang bisa saya sebutin, dan masih banyak lagi yang lainnya. tapi tujuan saya membuat tulisan ini bukan untuk membesar2kan nama negara lain, <saya tetap nasionalis patriotik garuda pancasila> tetapi ingin memaparkan bahwa semua prestasi yang diperoleh negeri sakura ini adalah sebuah perjalanan panjang sebuah sejarah hingga terciptanya mind-set atau bisa dibilang, sisi spiritual yang menjadi dasar pembentukan karakter dan semangat membangun bangsanya, yang saya peroleh secara tidak sengaja pada Makalah Aspensi, review oleh ibu Dra. Leli Yulifar.

pertama-tama, pernahkah kita ‘ngeh’ saat menonton film jepang, melihat sang karakter menikah di kuil shinto, tetapi ke gereja pada hari natal, tetapi meninggal dengan tatacara budha. nah, agama apakah itu…? <bingung khan> ternyata setelah diselidiki, itulah yang disebut sinkretisme <penyesuaian perbedaan>. penggabungan tiga ajaran agama (shintoisme, budhisme, confucianisme) yang membuat negara ini memiliki ketidak konsistenan akan kepercayaan. tapi hal ini tidak menjadi masalah yang besar, malahan menjadi kekuatannya.

negara jepang dikenal sejak dulu dengan perang saudaranya (sebelum PDII dan restorasi) yang tidak pernah berhenti mempersoalkan golongan mana yang memerintah golongan lainnya <tahu setelah membolak-balik novel shogun>. setiap daimyo di jepang dahulu mengetuai golongannya/klan, untuk memperluas kekuasaannya dengan segala cara. sementara kaisar menerima upeti dari daimyo-daimyo pada area kekuasaannya. tetapi perpecahan ratusan tahun itu memberikan hikmah yang berharga bagi bangsa Jepang

seppuku tepatnya bukan harakiri

sinkretisme yang dianut jepang mendukung pembentukan jiwa militerisme Jepang, bayangkan saat kepercayaan shinto mengizinkan kelas samurai dapat melakukan harakiri <tepatnya seppuku> untuk membersihkan nama baiknya, lalu sang samurai mempercayai budha akan memberikan dirinya reinkarnasi setelah kematiannya, maka tak ragu lagi bagi sang samurai untuk membelah perutnya sendiri<hooek>. Gilaa… kepercayaan itu efeknya besar buanget. maka jangan heran ada pasukan berani mati, kasus bunuh diri pejabat tinggi, dan lainnya <sereeem>. Melalui Shintoisme, Bangsa Jepang dibentuk menjadi bangsa yang fanatik terhadap sang kaisar/pimpinan  yang merupakan  “anak”  amaterasu  Omi Kami atau Dewa Matahari (H. Inou,1983). Fanatisme ini pada perkembangan berikutnya, terpengaruh Confucianisme, lalu melahirkan bentuk disiplin diri melalui konsep Seppuku (bunuh diri). <bingung khan…> jadi konsepnya menghormati pemimpin dengan seluruh jiwa raga, apapun tujuan pemimpin adalah daulat tertinggi atas orang tersebut. Naah sekarang bangsa mana yang ada di dunia ini yang mau mengorbankan diri untuk kepentingan pemimpinnya… <gw jg gak gitu2 amat :D>

Zaibatsu dan kebangkitan industri

nah, ini point yang menarik, menurut saya dari makalah ibu lely yang saya rangkum… kamu semua pasti pernah dan sering denger nama2 perusahaan Mitsui, Mitsubishi, Sumitomo dan Yoosuda. Zaibatsu merupakan sistem bisnis gabungan perusahaan  dan industri yang besar, seperti nama2 yang disebutkan diatas, Orang-orang Jepang yang  terlibat dalam bisnis sistem Zaibatsu ini adalah mereka para samurai muda yang terdidik dengan etika bushido (samurai), confucianisme dan tetap setia kepada  kaisar. Kegigihan mereka dalam mengumpulkan kekayaan tidak hanya ditujukan bagi dirinya dan kelompoknya, tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada Negara melalui pembangunan di bidang ekonomi <seandainya pengusaha indonesia kayak begonoh>

jadi setelah dibahas kepanjangan.. bangsa yang maju dimulai dari rakyat yang setia kepada pemimpin, pemimpin yang mengarahkan bangsa pada kebaikan, dan pengusaha yang berorientasi kepada kepentingan negara.

assaaalll ajah kalo ngomong (-_-)v

Iklan