pernahkah kamu membayangkan kamu memiliki alat yang bisa melihat ‘peralatan’ milik orang lain?
nah lho.. ini semua bukan lagi mimpi, temuan teknologi terbaru dari jepang memberikan sebuah solusi bagi kita2 yang ingin memastikan ‘mata ini salah atau tidak’. kemajuan teknologi optik dimasa kita hidup ini, sudah menjadi ‘alat vital’ khususnya untuk teknologi penanganan data. CD-Rom, CR-RW, DVD-RW, dan Blueray merupakan alat yang sudah umum kita temukan.


kini berkat temuan dari Kaya optical Inc, teknologi IR X-Ray menjadi solusi untuk melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat <jangan ngeres dulu donk !!!>.  teknologi ini sebenarnya sudah diterapkan dalam perang afganistan tapi mulai dapat di produksi masal sejak 2006.

menurut kalian apa yang membuat hal ini mugkin dilakukan? jawabannya adalah pada sinar inframerah. semua cahaya yang dipantulkan oleh sinar inframerah merupakan pecahan dari spektrum eletromagnetik. karena itu mengapa gambar yang dihasikan pada sinar infrared berwana monocrome. dan mata manusia, karena terbatas tidak dapat mendeteksi cahaya ultraviolet dan radiasi infra merah.
lebih lanjut hal ini dapat kamu lihat di http://www.kaya-optics.com/technology/ir_xray_vision_applications.asp. menurut website yang gw percaya ini spektrum cahaya yang jatuh pada cahaya infrared ini memiliki panjang gelombang 430nm-690nm dan sinar yang lebih besar yaitu “near infrared rays” 690nm-4000nm dan ada juga “extreme infrared rays” memiliki panjang gelombang lebih dari 4000nm. nah lho dengan panjang gelombang sebesar ini apa lagi yang ga bisa dilakukan.
tidak seperti sinar ultraviolet, sinar inframerah dapat menembus media apapun, dan sinar ini juga tidak dapat dibiaskan sama sekali.

Hampir semua sinar ultraviolet yang terlihat tidak mampu menembus serat dan dipantulkan kembali sebagai gantinya. Sebaliknya, hampir semua sinar inframerah dapat dengan mudah menyerap materi akibat rendahnya bias. Setelah melewati kain, sinar inframerah gagal menembus manekin’s permukaan dan dipantulkan kembali. PF filter yang tertangkap didorong oleh sinar ultraviolet hingga tercermin dari kain dan juga membawa sinar inframerah yang tercermin dari permukaan manekin. Sinar inframerah ini kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal listrik oleh CCD kamera, yang membentuknya menjadi sinyal cahaya dan pencitraan.

jadi alat yang diperlukan adalah yang dapat menangkap cahaya PF dan meneruskannya ke kamera. (maka sim salabim jadi apa plok-plok-plok… :D). gw juga belum pernah liat langsung gimana lensanya. tapi yang gw tau, hal ini bisa dilakukan.

untuk itu, bagi cewe2 yang senang memamerkan auratnya secara bebas, mudah ‘diakses’, dan tipis, waspadalah!!. karena siapa tahu kamu sudah ‘diintip’ tanpa sepengetahuanmu. salam dari sang calon pengintip yang takut kepada Tuhannya

Iklan