kebangkitan thailand dari krisis asia

Thailand yang merupakan salah satu negara yang terdapat di kawasan Asia tenggara. Yang dimana Negara – Negara yang ada di dalam kawasan Asia tenggara merupakan Negara – Negara yang termasuk Negara – Negara ketiga yaitu Negara yang termasuk kedalam Negara berkembang. Thailand merupakan berbatasan langsung dengan Myanmar, laos, dan kambola

Pendapatan perkapita Thailand pada tahun 2004, mencapai US$8.400,  yang diperoleh oleh dai sector pertanian, industry dan pariwisata, yang dimana pada tahun 1997 Thailand terkena krisis ekonomi.namun, sepuluh tahun kemudian perekonomian Thailand kembali  bangkit dan menjadi salah satu Negara yang ada di wilayah Asia Tenggara yang bias bangkit dari krisisnya.

Keberhasilan perbaiakn ekonomi Thailand dalam mewujudkan struktur ekonomi yang stabil dipengaruhi oleh dual track strategy yang dicanangkan pemerintah (leenabanchong dan panyassavatsut,2001). Strategi pertama adalah mengembalikkan pertumbuhan ekonomi untuk memulihkan kesejahteraan. Strategi kedua adalah menciptakan stabilitas dan sustainbilitas pertumbuhan ekonomi. Menurut Nimmanahaeminda, langkah – langkah Thailand dalam mewujudkan kedua tujuan diatas adalah sebagai berikut  :

1. stimulus fiscal berupa peningkatan deficit anggaran untuk infrastruktur dari 1% menjadi 5%

2. pengurangan pajak dan pemotongan tariff serta pemebentukkan jarring pengamana social

3. stabilisasi dengan pemupukan cadangan devisa serta penguatan sector keuangan melalui prinsip prudential

4. reformasi structural.

Thailand yang merupakan salah satu Negara di wilayah Asia Tenggara yang sarat akan konflik, namun  konflik – konflik tersebut  justru tidak mengganggu kebangkitan kembali perekonomian Thailand yang sedang bangkit dari krisis ekonomi. Hal ini terbukti, dengan Thailand menjadi ladang penanaman saham bagi para pemegang saham. Investasi langsung asing di Thailand telah mengambil pada beberapa tahun terakhir dengan munculnya sejumlah perusahaan internasional di negara Asia Tenggara. Fisher & Paykel. Yang merupakan perusahaan pengering terbesar dan pembuat mesin cuci di Selandia Baru, telah berinvestasi di Thailand. Arcelor-Mittal, yang merupakan salah satu perusahaan baja terkemuka dunia, telah memutuskan untuk berinvestasi di Thailand. Namun, permasalahan yang terkait dengan biaya usaha di Thailand telah membuat mereka mempertimbangkan kembali keputusan mereka. Tata Motors, salah satu perusahaan mobil yang paling dihormati dan merupakan bagian dari Tata Group Perusahaan juga telah di langsung menuju investor bersedia untuk menaruh uang mereka di Thailand. Tata Motors telah memimpin pada dasarnya diambil dari raksasa industri otomotif – General Motors dan Honda.

Ibarat sebuah perusahaan, sebuah negara harus bersaing dengan negara-negara lain guna memenangi kompetisi perekonomian. Sejarah daya saing setua keberadaan komunitas-komunitas yang kemudian membentuk kelompok lebih besar kemudian disebut bangsa. Peperangan antarkomunitas, antarbangsa adalah salah satu bentuk daya saing paling awal. Untuk meningkatkan kesejahteraan, suatu komunitas atau bangsa menyerbu komunitas atau bangsa lain, merebut wilayah dan penduduknya. Peperangan ini bisa ditarik jauh ke depan dan inilah yang dicatat sejarah sebagai zaman kolonial, ketika bangsa Eropa menjajah kawasan Asia-Pasifik dan Afrika.

Berkembangnya peradaban dunia, kemudian, mengubah perang sebagai kekuatan daya saing dalam kaitan perekonomian dalam bentuk lain. Akhirnya, para pakar daya saing berhasil merumuskan unsur-unsur daya saing yang menjadi pegangan hingga sekarang. Salah satu rumusan yang paling diterima secara global datang dari Institut for Management Development (IMD). Itulah sebuah lembaga pendidikan bisnis berkedudukan di Swiss, didirikan pada awal 1990. Setiap tahun IMD menerbitkan buku laporan tentang naik-turunnya daya saing negara-negara di dunia.

Namun, dibalik kesuksesan bangkitnya ekonomi Thailand dari keterpurukkan krisis ekonomi yang melanda Negara itu, Thailand merupakan suatu Negara yang sering terjadi konflik internal yang sangat mencekam. Situasi ini  sangat dikhawatirkan pemerintah Thailand saat itu karena ditakutkan investor – i nvestor asing tersebut menarik semua investasinya dari Thailand yang diakibatkan sering terjadinya konflik internal. Namun, pemerintah saat itu telah salah persepsi dikarenakan walaupun konflik itu terjadi dimana – mana dalam kawasan Thailand, investasi – invsetasi dari investor asing saat itu sangat mengalir deras dan  mampu membuat Thailand mampu bangkit lagi dari keterpurukkan. Dan perekenomian Thailand saat tiumeruapakan pertumbuhan ekonomi yang paling pesat seAsia Tenggara.

Bila dikaitkan konflik yang ada di Thailand tidak mempengaruhi perkembangan perekonomian Thailand dari tahun 1997 samapai dengan 2007 dengan teori – teori pembangunan,  dalam hal ini, teori yang dipakai  untuk menganalisis itu semua, awalnya kami memakai teori dependensi. Yang dimana tahiland sangat bergantung dengan Jepang dalam membangun perekonomiannya.

Teori dependensi perspektif atau teori ketergantungan. yang mencoba menjelaskan fenomena pembangunan di Dunia Ketiga. Negara-negara Dunia Ketiga, yang banyak sebagai negara bekas jajahan, ternyata, secara tidak sehat ,masih bergantung pada negara-negara maju bekas penjajahnya. Teori ketergantungan merupakan hasil analisis terhadap teori modernisasi. Teori ketergantungan lahir dari hasil kritikan terhadap teori pembangunan sebelumnya. Negara berkembang terlalu lambat melaksanakan pembangunan, maka diperlukan intervensi eksternal dengan penyediaan fasilitas penunjang dari negara maju. Kemudian diperkenalkan teori baru bagi pembangunan, yaitu teori sistem dunia yang merupakan reaksi atas teori dependensi. Teori ini digagas Wallerstein, yang telah menjadi realitas sekarang bahwa sistem perekonomian dunia yang muncul sebagai kekuatan yang menggerakkan negara-negara di seluruh dunia, tidak lain adalah sistem kapitalisme global.

Dalam teori sistem dunia ada 3 strategi bagi terjadinya peningkatan ekonomi negara-negara di dunia. Yakni, pertama, negara merebut kesempatan yang datang, terutama dengan memanfaatkan peluang bidang ekonomi. Kedua, negara bekerjasasama dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ketiga, kebijaksanaan negara untuk memandirikan negara, terutama, dalam bidang ekonomi.

 

 

 

 

 

REFERENSI

Buku :

Soekro, Shinta R.I. (2008). Bangkitnya perekonomian Asia Timur. Satu dekade setelah  krisis.

Jakarta, Bank Indonesia.

Situs :

Bujono, Bambang, (2009). Indonesia yang ditinggalkan dunia?kajian perekonomian dari sudut

pandang daya saing menyimpulan,  Indonesia tak memiliki daya saing bagi investor

asing. [online]. Tesedia :

http://www.majalahtrust.com/liputan_khusus/liputan_khusus/321.php (Tanggal akses 6

november 2010.

_____, (2008). Pengertian Teori Dependensi. [online]. Tersedia :

http://mediaindonesia.co.cc/search/label/pengertian+teori+dependensi. (diakses tanggal 6

November 2010)

___, (2007). Thailand. [online]. Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Thailand. (diakses

tanggal 6 November 2010)

 

 

    • atya triani (0705749)
    • November 9th, 2010

    Pembanding
    Dari penjelasan diatas krtika saya simpulkan ternyata tidak sepenuhnya benar tentang penggunaan teori ketergantungan. Karena negara-negara dunia ketiga juga mengalami fase yang sangat penjang dan sulit ketika ingin merubah suatu ekonomi menuju kearah yang lebih baik. Ada beberapa kerugian jika teori ketergantungan itu dipakai pada negara maju, diantaranya adalah :
    a. ketergantungan lebih dilihatnya sebagai masalah ekonomi, yang terjadi akibat mengalir surplus ekonomi dari negara Dunia Ketiga ke negara maju. Ini diperburuk lagi kerena negara Dunia Ketiga mengalami kemerosotan nilai tukar perdagangan relatifnya.
    b. Situasi ketergantungan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses polarisasi regional ekonomi global. Disatu pihak, mengalirnya surplus ekonomi dari Dunia Ketiga menyebabkan keterbalakangannya, satu faktor yang mendorong lajunya pembangunan dinegara maju.
    c. Keadaan ketergantungan dilihatnya sebagai suatu hal yang mutlak bertolak belakang dengan pembangunan. Bagi teori dependensi, pembangunan di negara pinggiran mustahil terlaksana. Sekalipun sedikit perkembangan dapat saja terjadi dinegara pinggiran ketika misalnya sedang terjadi depresi ekonomi dunia atau perang dunia. Teori dependensi berkeyakinan bahwa pembangunan yang otonom dan berkelanjutan hampir dapat dikatakan tidak mungkin dalam situasi yang terus menerus terjadi pemindahan surplus ekonomi ke negara maju.
    Menurut saya selain teori Dependensi, ada suatu teori yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Thailand yaitu teori medernisasi. Mengapa demikian? Karena Teori modernisasi menganjurkan untuk lebih memperat keterkaitan negara berkembang dengan negara maju melalui bantuan modal, peralihan teknologi, pertukaran budaya dan lain sebagainya. Dalam hal ini, teori dependensi memberikan anjuran yang sama sekali berbeda, yakni berupaya secara terus menerus untuk mengurangi keterkaitannya negara pinggiran dengan negara sentral, sehingga memungkinkan tercapainya pembangunan yang dinamis dan otonom, sekalipun proses dan pencapaian tujuan ini mungkin memerlukan revolusi sosialis.

    REFERENSI
    Buku :
    Soekro, Shinta R.I. (2008). Bangkitnya perekonomian Asia Timur. Satu dekade setelah krisis.
    Jakarta, Bank Indonesia.
    Situs :
    Bujono, Bambang, (2009). Indonesia yang ditinggalkan dunia?kajian perekonomian dari sudut
    pandang daya saing menyimpulan, Indonesia tak memiliki daya saing bagi investor
    asing. [online]. Tesedia :
    http://www.majalahtrust.com/liputan_khusus/liputan_khusus/321.php (Tanggal akses 6
    november 2010.
    _____, (2008). Pengertian Teori Dependensi. [online]. Tersedia :
    http://mediaindonesia.co.cc/search/label/pengertian+teori+dependensi. (diakses tanggal 6
    November 2010)
    ___, (2007). Thailand. [online]. Tersedia : http://id.wikipedia.org/wiki/Thailand. (diakses
    tanggal 6 November 2010)

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: