Ketahuilah Masalah dalam GIS

sebuah repost dari : http://www.raharjo.org, dengan judul sama, cuma kopas doang niyh
Orang yang baru mengenal GIS cenderung menganggap bahwa Geographic Inforamtion System adalah solusi untuk semua masalah. Apakah benar demikian? Hal ini tidak sepenuhnya salah karena GIS memang memiliki tool dan metode yang sangat powerful. Tetapi, orang cenderung membesar-besarkan kelebihan GIS dan menghilangkan kekurangannya/ permasalahnnya. Saya pikir kita perlu memperhatikan juga masalah dalam GIS sebagai berikut:

1. GIS laksana dua sisi mata uang. GIS sangat tergantung kepada orang yang menggunakannya. GIS dapat digunakan untuk hal-hal yang “baik/benar” seperti analisis kerawanan, jalur terpendek, dll. Tapi GIS juga dapat digunakan untuk manipulasi. Kita akan mudah sekali melakukan manipulasi hasil analisis. Semakin mahir operator/analis GIS, semakin mudah mereka melakukan manipulasi.

2. GIS bukanlah pembuat peta. Anggapan bahwa GIS adalah pembuat peta tidak saja salah, tapi menyesatkan. Pola pikir ini adalah berorientasi hasil. Kelebihan GIS yang terbesar bukanlah untuk produksi peta. Memang benar kita bisa menggunakan GIS untuk menghasilkan peta. Tetapi, sesungguhnya lebih baik menggunakan “desktop publishing” daripada software GIS untuk membuat peta yang menarik. Tugas utama GIS adalah menjawab pertanyaan pengambil keputusan.

3. GIS sangat tergantung kepada dispilin lain. GIS memerlukan penginderaan jauh, inventarisasi, sampling, statistika, kartografi, ekonomi, ilmu social, dll. Dapat dikatakan bahwa GIS memerlukan hampir semua disiplin. Sehingga, kita tidak akan dapat memecahkan masalah-masalah spasial jika kita tidak mengerti disiplin-disiplin lain.

4. GIS tidak terbebas dari error. GIS selalu memiliki error. Meskipun kita memiliki perangkat yang canggih, kita masih akan memiliki error di GIS.

5. GIS adalah ilmu dan seni. Kadang orang lupa bahwa ada unsur seni dalam GIS. Hal ini berarti bahwa ada subyektifitas dalam GIS. Metode/perangkat yang sama digunakan oleh dua orang yang berbeda sering memberikan hasil yang berbeda.

6. Sebuah kata klasik: GIGO. Jika kita masukan sampah, maka yang keluar juga sampah. Manipulasi data/informasi sering terjadi dalam tahapan GIS. Manipulasi sering muncul saat terdapat tekanan untuk memenuhi ‘dead line” dari suatu proyek.

7. GIS memberikan apa yang kita perlukan. Oleh karena itu apa yang kita inginkan dari GIS seharusnya adalah pertanyaan yang pertama kali muncul sebelum menggunakan GIS. Ketahui apa yang kita inginkan, lakukan apa yang kita perlukan, dan nikmatilah hasil yang kita targetkan. Tidak ada solusi yang sama untuk semua kasus spasial.

8. …

  1. GIS itu apa?

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: