kecelakaan, patah tulang dan urut – part2

nyang namanya kecelakaan itu emang ga bisa di duga-duga ga bisa disangka-sangka. kita lagi jalan lambat, bisa ditabrak, lagi jalan ngebut bisa nabrak atau jatuh. ternyata menurut Polri, “Tingkat kecelakaan tinggi pada skala nasional. Angka rata-ratanya bisa mencapai di atas 40 ribu per tahun,” ujar Sulistyo di Mabes Polri.

yah gimana ngak gitu paak.. kendaraan bermotornya saja sudah 2jt-an unit sejakarta, belum lagi daerah lainnya.

Tapi bukan itu yang mau gw bahas sekarang, lanjut cerita w pada kecelakaan, patah tulang dan urut – part1, kejadian kecelakaan itu ternyata membuahkan trauma dan nyeri pada pelakunya maupun korbannya. bapak x yang gw serempet itu ternyata tinggal gak jauh dari kecamatan tempat gw tinggal.

setiba dirumahnya, gw tertunduk bersalah. gw jelasin semua yang bisa gw jelasin, kepada istri nya dan satpam yang sudah menunggu gw dirumahnya. “OK pak, saya tanggung jawab, karena memang saya yang menyalip bapak, tapi saya ga merasa membuat bapak terjatuh. kebengongan bapak yang menyebabkannya.”. Istrinya langsung naik pitam, ia berkata “apa maksud kamu, ga mungkin suami saya membuat dirinya terjatuh, kamu jangan berkilah. seolah-olah suami saya yang salah”.

 

masa bodo deh.. gw ga mau memperpanjang masalah, dengan bahasa diam gw jawab pernyataan si ibu yang marah-marah itu. “ayo pak, kita ke tukang urut” potong gw, “saya mau bertanggung jawab tapi saya cuma bisa menanggung semampu saya, kalau bapak kerumah sakit, bapak bisa sembuh lama”. begitu cuplikan dialog yg masi gw inget dikepala gw.

intinya malam itu, jam 11.00 gw anter tu bapak x ke tukang urut. dengan hasil keterangan patah tulang lengan kiri bapak x dan harus di topang dengan kayu. lho, kok bisa tahu.. bagai mana pak tua bertangan besar keras ini tau?. usut punya usut, si bapak tua bertangan besar keras ini adalah alumni perguruan urut Cimande, Sukabumi.

Ternyata cimande adalah nama sebuah daerah perkampungan, dimana terdapat pembinaan dan pengajaran mengurut. jadi di cimande, ga heran tuh, kita temuin setiap rumah di gang nya ada plang, Pijat Urut Cimande. bahkan ada tempat menginap untuk perawatan patah tulang, . si bapak urut sendiri sudah belajar di cimande selama bertahun-tahun dan mengamalkan ilmunya diBogor, dengan menerima praktik urut patah tulang dirumahnya di jalan Cijahe, yasmin, Bogor Barat.

pengobatan yang dilakukan oleh si Bapak bertangan besar keras ini adalah melakukan sentuhan dan pegangan lalu menekannya pada daerah tertentu yang dianggapnya sumber sakit dengan menggunakan minyak khusus yaitu minyak cimande. kata si bapak, minyak tersebut terbuat dari ramuan khusus dengan khasiat telur sebagai perekat tulangnya. “telur teh tiasa nempelan kaca kang..” kata si bapak.

menurut artikel yang gw kutip dari WartaMedika.com, Setidaknya ada dua prinsip utama pengobatan patah tulang. Pertama adalah sedapat mungkin mengembalikan posisi tulang seperti posisi asalnya. Tindakan ini disebut reposisi. Prinsip kedua, mempertahankan posisi tulang yang telah kembali ke tempatnya (telah direposisi). Proses ini disebut fiksasi, biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan sampai terjadi penyambungan pada bagian yang patah.

Perlu diketahui, bersambungnya tulang pada bagian patah merupakan proses alami. Tanpa campur tangan manusia, tulang patah yang berdekatan, dalam waktu beberapa bulan akan menyambung sendiri. Prinsip ini dipegang dan diterapkan, baik oleh dukun patah tulang maupun oleh dokter bedah orthopedi. Walaupun mempunyai prinsip yang sama, dalam prakteknya keduanya mempunyai perbedaan.

  1. kalo tulang remuk bisa ga ya bang disembuhin???
    tau ga bang tempat yang bener2 bisa sembuhin tulang remuk… kasian udah berkali2 berobat disana sini tetep gagal

  2. remuk gimana dan bagian apa?
    udah ke cimande? klo cuma ke tukang urut atau reflexsi memang bukan spesialisnya, soalnya ga pake minyak cimande

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: