Married with me

Ada jutaaan pemuda yang mungkin mempunyai pemikiran yang sama kayak gue ini. yupp, saat lo merasa udah cukup umur, bekerja, disindir orang tua, dibujuk pacar, untuk segera melangkah ke pelaminan. segeralah Galau mencekam.

Gue pingin berbagi di blog ini bagaimana siy rasanya, bingungnya ribetnya mengakhiri masa lajang ini. ada beberapa point alesan yang membuat gue belum ingin mengconvert status single ini menjadi double.

1. Tanggung jawab

Sedikit cerita, kemarin gue lewat pasar parung yang penuh sesak dengan kendaraan-kendaraan yang mengantri. karena ngerasa ga sabar dan Pede kalo motor gue masih muat buat ‘nyempil’ dari sebelah kiri mobil, gue salib tu Grandmax melewati jalan-jalan berbatu. “jdug-jdug-dug” bunyi lampu sorot yang memang udah sebulanan ini copot bautnya. selewat gue salib mobil itu gue masuk lagi ke jalur jalan. tapi apa yang terjadi.. sejurus gue melompati motor gue yang terplintir pasir-pasir jalan, terpelanting kesebelah kanan, sehingga hampir mengenai mobil yang gue salib tadi. gue yang melompati motor gue yang ambruk, langsung buru2 menghampiri motor babak belur itu. “Alhamdulillah untung gue bisa menghindar dari kecelakaan, gimana kalo gue mboncengin anak bini gue yah…” pikiran itu terbersit begitu saja. mungkin karena sebelumnya gue dateng ke kawinan abang jauh gue tanpa pamitan, jadi kepikiran deh.

nah itu kawan… tanggung jawab saat gue terjatuh dari motor itu yang bikin gue sadar, kalo ternyata gue ini belum mampu menguasai diri dan membawa beban yang lebih besar dari motor dan badan gue sendiri.

2. Biaya

Hidup berdua akan lebih menguras banyak biaya. betul tidak…?? makan pangsit di kaki lima bisa seharga bintang lima kalau lo ngajak orang-orang sekeluarga. ehehe.. kelewat perhitungan yaah…? tapi begitulah logikanya. memang siy uang itu bisa ngutang, tapi kemana dan bayar pake apa… yang lebih memberatkan adalah adanya pesta pora saat melakukan resepsi pernikahan, setidaknya lo harus sedia dana 5jt untuk konsumsi tamu undangan pesta berjumlah 200 orang dengan asumsi masing2 orang dijatah 25000 perporsi, yang isinya daging ayam, rendang, sayur, buah, dan cemilan… hualaah belum, tenda/gedung, penghulu, yg masak..

3. Tempat tinggal

ini masih ada kaitannya dengan urusan biaya, yapp urusan ketiga dalam tangga kebutuhan primer hidup manusia. setelah lo menikah, bisa dipastikan lo harus tinggal bersama dalam satu atap yang sama dengan istri lo khan…? <ayam kali yg rumahnya pisah abis kawin>
tempat lo secara privat bermesraan,, jiah… memang tinggal bisa dimana aja asal berdua, tapi semuanya harus siap, seperti perabot rumah, perabot cuci, masak, mandi, hualaah buanyak deh.

tulisan ini memang bukannya menginspirasi malah menjatuhkan keyakinan loe yang dah siap nikah. ini cuma sekedar curhatan asal-asalan gue aja.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: