Bung rhoma pernah berkata, hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga. ‘tak kenal maka tak sayang. tak sayang maka tak cinta, begitulah pepatah katanya’. dalam kisah biografinya, beliau pernah menyantri di pesantren tebu ireng dulu. eits ini bukan tulisan tentang kesatria bergitar yang sedang berkelana. terlepas dari dukungan gue terhadap bung rhoma mencalonkan diri sebagai presiden 2014 (^_^, jangan jadi cawapres ya bang!!!).

tapi yang lebih ingin gue tekankan pada apa yang dapat dipelajari di dunia pesantren, sehingga mungkin mendorong bung Rhoma untuk mencalonkan diri sebagai presiden 2014 <halah dukungan untuk rhoma lagi>.
yang pasti di pesantren itu yah diajarin ilmu agama islam, <bukan ilmu ngondek ciin… apalagi ilmu ngebom.. DUAARR>

Rasulullah pernah berkata, sampaikanlah walau satu ayat, Ali Ra, pernah berkata, ikatlah ilmu dengan tulisan. Umar Ra pernah berkata Barang siapa banyak melakukan sesuatu, maka dia akan dikenal dengan sesuatu itu.
bener banget yah pernyataan diatas secara logic. tapi tau dari mana kalau itu berasal dari orang-orang istimewa tadi. Kata siapa dan apa maknanya, apa yang menyebabkan orang-orang tersebut mengatakan hal-hal demikian.
hadist diatas dan hal2 lainnya mengenai aqidah, syariah dan muamalah islam lainnya, adalah hal2 yang dipelajari dipesantren.
lebih khusus ditulisan ini gue mau bahas tentang kitab kuning. karena ada seseorang yang pernah gue ‘bacot’-in tentang kitab ini.
dari kesan namanya aja udah ‘kitab’, pasti ini maknanya dalam, bersifat religius, dan perlu pemikiran dan kajian. tapi secara bahasa kitab berarti buku, kalo di nahwushorof asal katanya katabun/kitabun. buku kalau di artikan pakai KBBI adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar.
sedangkan kitab memiliki makna yang berbeda di wikipedia yaitu sebuah teks atau tulisan yang dijilid menjadi satu. Biasanya kitab merujuk kepada jenis tulisan yang mempunyai implikasi hukum, atau dengan kata lain merupakan undang-undang yang mengatur. Istilah kitab biasanya digunakan untuk menyebut karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan sebagai bukti sejarah untuk mengungkapkan suatu peristiwa masa lampau.
<eeh kok jadi ngomongin masalah pengertian begini… bt ah>
sedangkan pengertian kuning… <perlu gue jelasin juga yaah?!!..>

begini nih isi kira2 kitab kuning,


(Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) aku mulai menulis. Kata “Ismun” itu turunan dari kata “Sumuwwun” yang mana ia memiliki makna “Mulya”, bukan turunan dari kata “Wasmun” yang bermakna “Alamat.” Dan kata “Allah” adalah nama untuk Dzat yang Wujud-Nya Wajib, berasal dari kata “Ilaahun”, yakni nama segala jenis sesembahan, kemudian asal kata tersebut di ma’rifatkan dengan “Al” dan hamzahnya dibuang. Setelah itu ditetapkan sebagai nama terhadap Tuhan yang haq untuk disembah, dan lafadz “Allah” tersebut adalah nama Yang Maha Agung, menurut  sebagian besar ulama’, dan tidak dapat dinamakan “Allah” kecuali hanya Dia walaupun hanya sekedar ta’annut [penyangatan arti atas sebuah nama]. Dan kata “Ar-Rahmaan Ar-Rahiim” adalah dua kata sifat yang dibentuk mubalaghah dari fi’il “Rahima” [artinya belas kasih], dan kata “Ar-Rahmaan” mempunyai arti yang lebih sempurna daripada kata “Ar-Rahiim” disebabkan tambahan pada bentuk kata tersebut menunjukkan adanya tambahan makna, seperti halnya perkataan: “Rahman [belas kasih] di dunia akhirat, dan Rahiim [belas kasih] di akhirat saja.”   (Segala puji bagi Allah yang menganugerahkan hidayah atas kami) yakni menunjukkan kami atas tulisan ini. (Dan tiadalah kami mendapatkan hidayah kecuali hidayah dari Allah) daripada penulisan karangan ini. Dan “al-Hamdu” [Pujian] ianya disifatkan dengan sifat yang terbaik. (“kitab : Fathul Mu’in” sumber:http://jundumuhammad.net)

ternyata ada beberapa jenis kitab kuning, diatas adalah contoh mengenai akidah. dan ada beberapa kitab kuning lainnya yang membahas hal yang lebih umum, atau pun khusus, tergantung pengarangnya, dan sumber yang digunakan. <kayak buku tutorial komputer kali yah..?>

oiya berikut jenis-jenis kitab kuning, yang terkenal.

Bidang Tafsir

  •     Tafsir Thabari
  •     Ibnu Katsir
  •     Jalalain

Bidang Ulumul Qur’an

  •     I`rabul Qur’an
  •     Asbabu Nuzulil Qur’an
  •     Fadlailul Qur’an
  •     Majazul Qur’an
  •     Lubabun Nuzul
  •     At-Tibyan
  •     Fath al-Rahmaan

Bidang Fiqih

  •     I`anatuh Thalibin,
  •     Fathul Mu`in
  •     Raudlatuth Thalibin
  •     Bidayatul Mujtahid
  •     Fathul Qorib

Bidang Tasawuf dan Akhlak

  •     Ihya Ulumiddin, karya Imam al-Ghazali
  •     Riyadlush Shalihin

Masing-masing pesantren tentunya beda juga buku dan manhaj nya. tetapi tetep pake konsep yang sama (ini artinya sumber nya pasti sama yaitu Rasulullah SAW) dan pastinya masih pake yang gundul-gundul. <kenapa sih nyebut gundul… >

kalo pengertian dari kitab kuning sendiri adalah sebagai berikut. Kitab kuning, dalam agama islam, merujuk kepada sebuah kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran agama islam (diraasah al-islamiyyah), mulai dari fiqh, aqidah, akhlaq/tasawuf, tata bahasa arab (`ilmu nahwu dan `ilmu sharf), hadits, tafsir, `ulumul qur’aan, hingga pada ilmu sosial dan kemasyarakatan (mu`amalah). Disebut juga dengan kitab gundul karena memang tidak memiliki harakat (fathah, kasrah, dhammah, sukun), tidak seperti kitab al-Quran pada umumnya. Oleh sebab itu, untuk bisa membaca kitab kuning berikut arti harfiah kalimat per kalimat agar bisa dipahami secara menyeluruh, dibutuhkan waktu lama.

Iklan