sugesti dari kawan untuk mencapai impian

kata adalah do’a. itu istilah yang sering kita dengar saat ustad-ustad dan dai berdiri diatas mimbar. sugesti dari sebuah kata memang memacu pikiran untuk terus mengejar apa yang tertulis dihati, hingga menggerakkan anggota tubuh lainnya untuk melakukan aksi. kurang lebih itu yang gue rasain minggu-minggu ini.
rencana gue yang akan segera meninggalkan perusahaan tempat gue bekerja karena mengejar impian untuk dapat belajar ke negri sakura ini merubah pandangan teman-teman sekerja tentang gue. padahal gue baru lulus uji berkas, tapi gue mengaku kalau sudah lolos seleksi, supaya keliatan keren waktu meninggalkan mereka.
rasa sesal telah membohongi teman-teman satu divisi ini memang tak tertahankan. tinggal tunggu tanggalnya kebohongan ini akan terungkap.
gue sempet cerita ke atasan kalo gue dapat beasiswa teacher training selama 1 tahun di jepang, dan masa persiapan 6 bulan di Indonesia. tapi itu hanyalah rekayasa gue aja supaya bisa meninggalkan perusahaan ini dengan nama yang harum. tapi setelah melihat kenyataannya, gue ternyata hanya lolos sampai babak kualifikasi aja.
jujur gue merasa amat, sangat, sangat merasa bersalah
MAAFKAN SAYA TEMAN-TEMAN
tapi dengan ini gue berjanji untuk lebih serius mengejar apa yang gue impikan selama ini, untuk terus belajar, memperbaiki diri dan ber introspeksi. mungkin setelah mereka membaca tulisan ini mereka akan tercengang, atau mengecam tindakan gue yang gegabah dan bodoh.
seharusnya gue yang ga pinter ini, ga usah bilang2 dulu atau tetap merahasiakan pengunduran diri gue dengan bilang ke atasan kalimat “dapat tawaran yang lebih baik”. cukup itu saja, supaya gue ga membohongi banyak orang di sini
maafkan aku kawan. tapi sugesti dari kalian membakar semangat ini untuk mengejar impian ini.

  1. No trackbacks yet.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.
%d blogger menyukai ini: