– Silakan berkomentar bila dirasa perlu –

Pemilihan topic karya akhir ini dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis terhadap persaingan yang terjadi di industri telekomunikasi seluler di Indonesia. Kini seiring berkembangnya teknologi hanya terdapat tiga pemain besar yang mampu mengimbangi jalannya teknologi 4G yang memiliki kualitas layanan data yang lebih baik dengan bandwith yang besar.

Dilain pihak terdapat google, sebuah perusahaan raksasa global yang tengah mengembangkan project google loon yang digadang-gadang mampu memberian cakupan jaringan coverage yang lebih besar dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini merupakan ancaman bagi perusahaan telekomunikasi seluler kita. Apakah ancaman ini tidak perlu di respon dengan serius atau kah harus dilakukan langkah-langkah strategis mempersiapkan persaingan menghadapi perusahaan raksasa internet dunia. Yang menawarkan kemudahan dan akses yang lebih baik bagi pelanggan.

Jika dipandang dari sudut konsumen, maka hal ini tentunya sangat menarik dan menguntungkan. Namun dari sisi perusahaan, semua investasi besar-besaran dalam pengadaan perluasan coverage akan menjadi sia-sia. mau dikemanakan kontrak-kontrak dengan para pembuat tower itu.

Belakangan ini Google mengkonfirmasi bahwa mereka akan menyewakan layanan project loon mereka, kepada perusahaan telekomunikasi lokal.  Hal ini dapat membuat beberapa pemain lokal dapat bernafas lega. Setidaknya hingga kini google belum mengakuisisi perusahaan telekomunikasi lokal dan memproduksi perlengkapan khusus untuk mengakses Jaringan Loon nya.

Yang terbaik adalah para perencana strategis tetap mempersiapkan berbagai kemungkinan yang ada. Mengingat hidup mati perusahaan berada ditangannya. Tindakan yang terbaik adalah melakukan tindakan prefentif dengan mempertimbangkan beberapa scenario-skenario yang mungkin.

Penelitian ini menyajikan, beberapa perusahaan telekomunikasi yang tidak dapat melanjutkan usahanya kembali karena tidak dapat mengikuti teknologi dan persaingan-persaingan yang ada. Smart telah bergabung dengan mobile 8, menjadi smartfren. Axis di beli oleh exel. satelido di integrasikan dengan IM2. Sementara esia milik bakrie Telkom kini tidak terlihat promosinya di media.

Gejala-gejala ini membuat penulis cukup tergelitik, apakah yang terjadi pada industry telekomunikasi seluler di Negara kita? Apakah perusahaan-perusahaan ini akan gulung tikar..? terlebih jika google ikut turut meramaikan pasar mobile telecommunication, dimana ia telah menguasai 4 milyar pengguna ponsel pintar android di jagad raya ini?

Apakah ada pengaruhnya antara project yang dilakukan google dengan pasar telekomunikasi didalam negeri ?

mungkin altman z score dapat menjawab resiko kebangkrutan perusahaan telekomunikasi, tapi bagaimana menjawab langkah yang harus di ambil…

Tunggu ulasan penulis berikutnya, setelah mendapatkan wangsit…

silakan berkomentar bila dirasa perlu

Iklan